Denpasar – Pagi ini (12/6) Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Bali menggelar Rapat Koordinasi Teknis secara virtual bersama Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Bali. Kegiatan ini untuk mematangkan pelaksanaan Program Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling (PKGBK) serta Pelatihan Matematika Gembira Tahun 2026. Dua program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut adalah upaya meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran.
Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan pelaksanaan program. Mulai dari penetapan lokus kegiatan, fasilitator daerah, hingga penetapan peserta pada masing-masing kabupaten/kota.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program-program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus memberikan penguatan kepada para guru agar pada akhirnya berdampak positif terhadap peserta didik. Untuk itu, kami mengharapkan dukungan dari seluruh pihak agar program-program yang telah disampaikan kepada para guru dapat berjalan dengan lancar, sehingga tujuan yang diharapkan oleh Kementerian dapat tercapai,” ujar Kepala BGTK Provinsi Bali, I Wayan Surata.
Program PKGBK Tahun 2026 direncanakan melibatkan sebanyak 810 peserta yang terbagi ke dalam 27 kelas atau tiga kelas pada setiap kabupaten/kota. Kegiatan diawali dengan pembukaan secara daring pada 6 Juli 2026, dilanjutkan dengan pembelajaran mandiri melalui Learning Management System (LMS) pada 6–10 Juli 2026, dan pembelajaran tatap muka pada 11–12 Juli 2026 yang dilaksanakan di lokus masing-masing daerah.

Peserta program terdiri atas guru bimbingan dan konseling, guru wali, guru mata pelajaran pada jenjang SMP, SMA, SMK, dan SLB, serta guru kelas SD. Komposisi peserta dalam setiap kelas disusun secara heterogen untuk mendorong kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarguru lintas jenjang.
Selain itu, BGTK Provinsi Bali juga akan melaksanakan Pelatihan Matematika Gembira yang menyasar guru TK dan guru kelas awal SD. Sebanyak 315 peserta akan mengikuti pelatihan yang terbagi ke dalam sembilan kelas dan dilaksanakan dalam dua gelombang pada Juli hingga Agustus 2026.
Pelatihan tersebut dirancang melalui tahapan belajar mandiri, in-service training, on-the-job training, hingga diseminasi, dengan pendampingan dua fasilitator pada setiap kelas. Para fasilitator berasal dari unsur perguruan tinggi, satuan pendidikan, dan BGTK Provinsi Bali.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Dinas Pendidikan kabupaten/kota diminta segera menetapkan lokasi pelaksanaan kegiatan paling lambat 19 Juni 2026. Penetapan fasilitator daerah Program PKGBK dilakukan melalui aplikasi 7 Jurus BK Hebat pada 15–19 Juni 2026, sedangkan data peserta kedua program diharapkan telah disampaikan paling lambat 25 Juni 2026.

Melalui rapat koordinasi teknis ini, diharapkan seluruh tahapan persiapan dapat terlaksana secara optimal sehingga Program PKGBK dan Pelatihan Matematika Gembira Tahun 2026 mampu mendukung peningkatan kompetensi guru dan penguatan kualitas pembelajaran di Provinsi Bali.
Pada kesempatan tersebut, BGTK Provinsi Bali kembali menegaskan komitmen untuk mewujudkan tata kelola yang bersih dan berintegritas dengan tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apa pun. Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan melalui kanal layanan pengaduan yang telah disediakan.
Penulis dan Editor : Cahaya | Dokumentasi: Tim Humas dan Publikasi BGTK Provinsi Bali
Tim Humas dan Publikasi
Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Bali
Direktorat Jenderal GTKPG
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Pertanyaan dan Pengaduan : wa.me/6288808534047
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
#bgtkbali