Kolaborasi BGTK Bali dan Praktisi Pendidikan
Denpasar, 2026 — Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Bali menjalin kolaborasi erat dengan praktisi pendidikan guna mengakselerasi transformasi pembelajaran yang lebih futuristik dan adaptif. Upaya ini menitikberatkan pada penguatan pola pikir bertumbuh (growth mindset) sebagai landasan utama dalam ekosistem pendidikan modern.
Perwujudan nyata dari komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran buku berjudul “Growth Mindset dalam Pendidikan: Membangun Pola Pikir Berkembang untuk Masa Depan Pembelajaran”. Karya ini diharapkan menjadi rujukan strategis dalam memandu arah baru pendidikan Indonesia.
I Wayan Surata, selaku Kepala BGTK Provinsi Bali, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor merupakan faktor krusial bagi perubahan konkret di tingkat kelas. Beliau menekankan pentingnya membekali guru dengan pemahaman mendalam mengenai pola pikir berkembang agar mereka mampu mengarahkan siswa dalam melampaui berbagai hambatan belajar.
“Kolaborasi dengan praktisi pendidikan melalui buku ini bertujuan agar filosofi growth mindset tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan terinternalisasi dalam praktik instruksional harian,” papar I Wayan Surata.


Sinergi ini turut mengintegrasikan temuan terkini dari bidang neurosains dan psikologi pendidikan, khususnya terkait plastisitas otak yang memungkinkan individu berkembang melalui pengalaman belajar. Dengan dasar ini, dikembangkanlah strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa, pemberian umpan balik konstruktif, serta penciptaan atmosfer belajar yang aman untuk mendorong pertumbuhan potensi setiap murid.
“Buku ini sebagai wujud kolaborasi bersama praktisi pendidikan untuk memastikan bahwa konsep growth mindset tidak hanya dipahami secara teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari,” ungkapnya.
Melalui kerja sama ini, berbagai pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik terus dikembangkan, termasuk pemberian umpan balik yang konstruktif, penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta penguatan budaya belajar yang menghargai proses.
Selain itu, kolaborasi ini juga memperkuat integrasi hasil penelitian di bidang psikologi pendidikan dan neurosains ke dalam praktik pembelajaran. Konsep seperti kemampuan otak untuk berkembang melalui pengalaman belajar menjadi dasar penting dalam membangun keyakinan bahwa setiap peserta didik memiliki potensi untuk terus bertumbuh.Dengan adanya buku ini, Kepala BGTK Provinsi Bali bersama tim penulis menegaskan bahwa penguatan growth mindset bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Pendidikan harus bergerak melampaui sekadar transfer pengetahuan, menuju proses yang menumbuhkan keyakinan bahwa setiap peserta didik mampu berkembang. Dengan sinergi yang kuat, transformasi pendidikan tidak boleh berhenti sebagai wacana—tetapi harus hadir nyata di setiap ruang kelas, membentuk generasi yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi masa depan.
Penulis: Chrishanty | Editor: Cahaya | Publikasi: Cahaya