Denpasar, 16 April 2026 – Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel in Language (SEAQIL) menggelar Strategic Partnership Dialogue on Language Education: Strengthening Collaboration in Southeast Asia di Bali, Kamis (16/4). Forum ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan dari tingkat nasional, regional, hingga internasional untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan bahasa di Asia Tenggara.

Sumber: Dok. BGTK Provinsi Bali
Kepala BGTK Provinsi Bali, I Wayan Surata, turut hadir dan menyampaikan beberapa hal penting dalam sambutannya. Beliau mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini sebagai momentum penting untuk membangun sinergi lintas lembaga. Ia menegaskan bahwa bahasa memiliki peran fundamental, tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana penguatan literasi, karakter, serta jembatan kerja sama antarbangsa.
“Kegiatan ini bukan sekadar forum pertemuan, tetapi ruang dialog bermakna untuk memperkuat kolaborasi dalam memajukan pendidikan bahasa di Asia Tenggara,” ujarnya.

Sumber: Dok. BGTK Provinsi Bali
Direktur SEAQIL, Dr. Brian Arieska Pranata, membuka kegiatan ini secara resmi dan menekankan pentingnya kemitraan strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global. Melalui forum ini, SEAQIL juga memaparkan arah strategis program prioritas untuk tahun 2026 dan 2027 yang berfokus pada penguatan literasi, karakter, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa.
Kegiatan yang dilaksanakan secara luring ini diikuti sekitar 20 peserta dari berbagai unsur, termasuk SEAMEO Centre di Indonesia, perguruan tinggi, organisasi, lembaga pemerintah, serta mitra pembangunan. Rangkaian agenda meliputi paparan kebijakan strategis, diskusi panel, hingga sesi paralel yang membahas peluang kerjasama berbasis program prioritas SEAQIL. Melalui diskusi yang interaktif, peserta turut merumuskan berbagai potensi kolaborasi yang dapat diimplementasikan secara konkret dalam mendukung pengembangan pendidikan bahasa di kawasan.
Ke depan, forum ini diharapkan menghasilkan rancangan kerja sama antara SEAQIL dan para mitra untuk tahun anggaran 2026 dan 2027. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik serta inovasi pembelajaran bahasa yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21, termasuk integrasi teknologi dan penguatan karakter peserta didik. Bersama para mitra, termasuk BGTK Provinsi Bali, SEAQIL optimistis dapat mendorong terwujudnya sistem pendidikan bahasa yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Asia Tenggara.
Penulis: Chrishanty | Dokumentasi : Widnyana | Editor : Ayu C.
Keyword:
SEAQIL
SEAMEO QITEP in Language
pendidikan bahasa Asia Tenggara
kolaborasi pendidikan regional
penguatan literasi
Penguatan karakter
pembelajaran bahasa abad 21
BGTK Bali