Denpasar, 30 Maret 2026 — Kehadiran pemerintah di sekolah adalah bentuk perhatian dan dukungan nyata bagi seluruh warga sekolah, untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Semangat untuk ‘hadir’ pun ditunjukkan oleh Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Bali, I Wayan Surata, yang berpartisipasi dan bertindak selaku pembina dalam upacara bendera hari pertama masuk sekolah di SD Negeri 18 Pemecutan, Denpasar, Senin (30/3). Agenda tersebut dilakukan sekaligus meninjau praktik baik sekolah dalam pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah hadir di sekolah untuk memberikan semangat dan motivasi kepada murid, guru, dan seluruh warga sekolah setelah libur panjang, sekaligus mendorong penguatan karakter, budaya sekolah yang positif, dan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta berkelanjutan.

Dalam amanatnya, Surata mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang telah diluncurkan Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Budaya sekolah yang aman dan nyaman dapat dibangun dari hal-hal sederhana, seperti hidup rukun antara teman dan guru, saling menghormati, saling melindungi, dan saling menyayangi, sehingga lingkungan sekolah terbebas dari perundungan maupun kekerasan. Beliau juga mengingatkan bahwa keamanan sekolah tidak hanya berkaitan dengan hubungan antar sesama, tetapi juga dengan kebiasaan hemat energi dan air sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, peserta upacara diajak untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga, karena tubuh yang sehat akan mendukung semangat belajar. Pembiasaan makan sehat dan bergizi, olahraga rutin, serta menjaga lingkungan sekolah bebas asap rokok menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Sementara itu, nilai resik dan indah diwujudkan melalui kebiasaan menjaga kebersihan, merawat lingkungan sekitar, serta menciptakan tata ruang kelas, halaman, dan taman sekolah yang rapi, tertata, dan nyaman untuk belajar.Ia menekankan pentingnya menciptakan sekolah yang aman, sehat, bersih, tertib, dan menyenangkan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. “Perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus menerus.” imbaunya.

Usai upacara, Kepala BGTK Provinsi Bali meninjau langsung praktik pengelolaan sampah yang diterapkan di SD Negeri 18 Pemecutan. Sekolah ini memiliki kebijakan khusus dengan membiasakan peserta didik membawa kantong sampah pribadi dari rumah, sehingga murid didorong untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan. Mendorong akselerasi Gerakan Indonesia ASRI, dalam kesempatan tersebut, beliau menyerahkan bantuan alat kebersihan kepada Kepala Sekolah SDN 18 Pemecutan, didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikpora Kota Denpasar, i Nyoman Suriawan. “Ini pertanda upaya pemerintah memberi semangat kepada GTK dan murid di hari pertama masuk sekolah”, ujarnya mengapresiasi kehadiran BGTK Provinsi Bali.

Selain itu, sampah organik yang berasal dari lingkungan sekolah seperti daun dan ranting dikelola melalui Teba Modern sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan sekolah. Praktik ini menunjukkan bahwa pembiasaan karakter dan kepedulian lingkungan dapat dibangun melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten. Beliau juga meninjau pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) dalam proses pembelajaran. Penggunaan IFP menjadi salah satu contoh pemanfaatan sarana pembelajaran digital untuk mendukung pengalaman belajar yang lebih interaktif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. “Kalau dilihat pembelajaran tadi, anak-anak menjadi lebih aktif. Hari pertama memang menjadi momentum penting untuk membangun kembali semangat belajar, karakter, dan kebiasaan baik di lingkungan sekolah.”, ujar beliau.

Melalui kegiatan ini, BGTK Provinsi Bali berharap hari pertama masuk sekolah tidak hanya menjadi awal dimulainya kembali pembelajaran, tetapi juga menjadi momentum penguatan karakter, budaya hidup bersih, serta semangat belajar yang berpihak pada peserta didik.
Penulis/Editor/Dokumentasi: Ayu C.
Kontak Media:
Tim Humas dan Publikasi
Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Bali
Direktorat Jenderal GTKPG
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: bgtkbali.kemendikdasmen.go.id
Twitter: twitter.com/bgtkbali
Instagram: instagram.com/bgtkbali
Facebook: facebook.com/bgtkbali
Youtube: youtube.com/@bgtkbali