Denpasar, 4 Maret 2026 — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan Penyamaan Persepsi Fasilitator Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) secara daring. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan Program PKGSD-MBI Batch 1 di Provinsi Bali.
Kegiatan ini diikuti oleh para fasilitator daerah yang akan mendampingi peserta selama pelaksanaan program. Sebanyak 8 fasilitator daerah yang berasal dari Kabupaten Bangli, Gianyar, Karangasem, Buleleng, dan Kota Denpasar akan membersamai peserta selama enam bulan pelatihan dengan skema In–On–In, yang memadukan pembelajaran daring melalui LMS dengan praktik pembelajaran di sekolah serta refleksi dan penguatan pembelajaran.
Kegiatan diawali dengan arahan dari Kepala BGTK Provinsi Bali, Dr. I Wayan Surata,M.Pd, yang menekankan pentingnya kesamaan persepsi di antara para fasilitator agar pelaksanaan program dapat berjalan selaras, terarah, dan berkualitas. Dalam arahannya, beliau juga menyampaikan bahwa fasilitator memiliki peran penting dalam mendampingi peserta selama proses pembelajaran, baik dalam memberikan bimbingan, motivasi, maupun memastikan peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dengan baik.
“Saya berharap para fasilitator dapat menjadi mitra belajar bagi peserta serta mampu menciptakan suasana pendampingan yang kolaboratif dan suportif, sehingga peserta dapat berproses secara optimal selama mengikuti program,” ujar Dr. I Wayan Surata, M.Pd.
Selanjutnya, Ketua Tim Kerja Fasilitasi dan Kemitraan Kadek Dian Wijayanti,M.Pd, memaparkan gambaran umum program PKGSD-MBI, termasuk tujuan program, alur pelaksanaan kegiatan, serta penegasan peran dan tugas fasilitator dalam mendukung implementasi program. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi guru sekolah dasar dalam mengajar Bahasa Inggris melalui pendekatan pembelajaran yang berkelanjutan.
Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh moderator Ayu Dyah Chrishanty, para fasilitator membahas beberapa poin krusial terkait pelaksanaan Program PKGSD-MBI, seperti mekanisme pendampingan peserta selama pelatihan, strategi dalam mengawal proses pembelajaran melalui LMS, serta pola koordinasi antara fasilitator dan penyelenggara selama program berlangsung. Diskusi juga menyoroti berbagai potensi kendala yang mungkin dihadapi peserta selama mengikuti program, sekaligus mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat dilakukan fasilitator untuk memberikan dukungan dan solusi yang tepat. Melalui sesi ini, para fasilitator saling berbagi pandangan dan pengalaman guna memperkuat pemahaman bersama dalam menjalankan peran pendampingan secara efektif selama enam bulan pelaksanaan program.
Melalui kegiatan penyamaan persepsi ini, diharapkan seluruh fasilitator memiliki pemahaman yang selaras mengenai pelaksanaan program serta siap menjalankan peran pendampingan secara optimal. Dengan sinergi yang kuat antara fasilitator dan penyelenggara, pelaksanaan Program PKGSD-MBI Provinsi Bali diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar mengajar Bahasa Inggris. (San)
