Denpasar, 23 Januari 2026 — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Bali menyelenggarakan Webinar Pemetaan Kompetensi Guru Provinsi Bali pada Kamis, 23 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BGTK Bali dalam mendukung peningkatan mutu guru serta penyusunan kebijakan pengembangan profesional guru yang berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan. Hal ini disosialisakan melalui surat pemberitahuan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi Bali, serta secara virtual melalui WICARA. WICARA (Webinar Inspiratif, Curah Aspirasi, dan Rekomendasi Aktif) terkait hal tersebut diselenggarakan Jumat sore ini (23/1). Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan pendidikan, khususnya guru dan tenaga kependidikan, mengenai pentingnya pemetaan kompetensi sebagai dasar perencanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Pemetaan kompetensi guru diharapkan dapat menghasilkan gambaran utuh mengenai kondisi kompetensi guru di Provinsi Bali, baik dari aspek pedagogik, profesional, sosial, maupun kepribadian.
Kepala BGTK Bali, I Wayan Surata, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemetaan kompetensi guru merupakan langkah strategis untuk memastikan program peningkatan kapasitas guru lebih terarah, efektif, dan berdampak. “Melalui pemetaan kompetensi, kita dapat merancang intervensi pengembangan guru yang tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan daerah,” ujarnya. Kepala BGTK Bali menegaskan bahwa kegiatan pemetaan kompetensi guru ini tidak memiliki konsekuensi terhadap jabatan maupun penilaian kinerja guru, melainkan murni bertujuan untuk mendorong guru agar terus belajar dan berkembang secara berkelanjutan. Pemetaan kompetensi dilakukan sebagai refleksi diri (refleksi kompetensi) untuk memberikan gambaran objektif mengenai level kompetensi yang dimiliki guru pada kondisi saat ini.

“Pemetaan ini bukan uji kompetensi, tetapi refleksi kompetensi. Artinya, guru diminta untuk merespons instrumen sesuai dengan kondisi nyata yang sedang dialami saat ini, bukan kondisi yang diharapkan di masa depan. Kejujuran dalam memberikan respon menjadi kunci agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kebutuhan riil guru,” jelasnya. Lebih lanjut disampaikan bahwa hasil pemetaan kompetensi ini akan menjadi dasar bagi BGTK Bali dalam menyusun model dan program peningkatan kompetensi guru yang berbasis data, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran serta hasil belajar peserta didik. Dengan data yang akurat, program pengembangan guru dapat dirancang secara lebih efektif dan berkeadilan, sehingga seluruh guru memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Beliau juga mengapresiasi antusiasme para guru ASN di Provinsi Bali yang mengikuti kegiatan ini, baik melalui Zoom maupun YouTube. Menurutnya, tingginya partisipasi menunjukkan semangat guru untuk terus belajar, bertumbuh, dan mengembangkan karier profesionalnya, bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, melainkan untuk menjadi guru yang dirindukan dan berdampak positif bagi murid-muridnya.

Webinar ini diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan di Provinsi Bali, serta melibatkan narasumber yang kompeten di bidang pengembangan kompetensi guru dan kebijakan pendidikan. Peserta juga mendapatkan penjelasan teknis mengenai mekanisme pemetaan kompetensi serta pemanfaatan hasilnya dalam perencanaan program pengembangan guru ke depan. Widyaiswara BGTK Bali, Ni Made Risa Kusadi, menyampaikan bahwa pemetaan kompetensi guru berlandaskan Peraturan Direktur Jenderal GTK Nomor 2626/HK.04.01/2023 tentang Model Kompetensi Guru, yang menjadi acuan dalam pengembangan instrumen pemetaan kompetensi guru sebagai bagian dari pengembangan keprofesian berkelanjutan. Model kompetensi tersebut mencakup empat dimensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, dengan level kompetensi yang disesuaikan dengan jenjang jabatan guru.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa instrumen pemetaan kompetensi yang digunakan telah melalui uji validitas dan reliabilitas, sehingga mampu menggambarkan kondisi kompetensi guru secara objektif dan aktual. Hasil pemetaan diharapkan menghasilkan peta dan profil kompetensi guru Provinsi Bali yang valid sebagai dasar perumusan kebijakan dan program peningkatan kompetensi guru yang berbasis data, tepat sasaran, dan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, BGTK Bali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pengembangan guru yang berkualitas, inklusif, dan berbasis data, sejalan dengan semangat Satya Widya Wibawa dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan di Provinsi Bali.
Pemetaan Kompetensi Guru Provinsi Tahun 2026 ini dibagikan melalui formulir digital, per Kabupaten/Kota, pada rentang waktu pengisian tanggal 23 s.d. 27 Januari 2026.
#SemetonGTKBali dapat mengakses tautan formulir Pemetaan Kompetensi di sini.
————–
Tim Humas dan Publikasi
Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Bali
Direktorat Jenderal GTKPG
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: bgtkbali.kemendikdasmen.go.id
Twitter: twitter.com/bgtkbali
Instagram: instagram.com/bgtkbali
Facebook: facebook.com/bgtkbali
Youtube: youtube.com/@bgtkbali