Balai Guru Dan Tenaga Kependidikan Provinsi Bali

Sambut Tahun 2026, Kepala BGTK Bali Tekankan Program Berbasis Dampak dan Tata Kelola Akuntabel

Badung, 21 Januari 2026 – Pelaksanaan program kerja yang memberikan dampak sesuai kebutuhan Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Bali adalah salah satu fokus BGTK Bali sebagai Unit Pelaksana Teknis Bidang GTK. BGTK Bali hadir untuk menyediakan pengembangan dan pemberdayaan guru serta tenaga kependidikan yang efektif. Hal ini diwujudkan dalam pemetaan kompetensi, pengembangan model, dan peningkatan kompetensi GTK. Mewujudkan hal tersebut di tahun 2026, sekaligus evaluasi dari kinerja tahun sebelumnya, BGTK Bali menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Program BGTK Provinsi Bali Tahun 2026 pada 21–23 Januari 2026 bertempat di The Jayakarta Bali Beach Resort & Spa, Legian, Kabupaten Badung. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya strategis untuk memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BGTK Provinsi Bali, I Wayan Surata, yang dalam arahannya, menekankan bahwa pelaksanaan program ke depan tidak lagi berorientasi pada sekadar output, melainkan harus berfokus pada dampak nyata, khususnya terhadap peserta didik. Program-program yang dirancang harus disiapkan secara sengaja, berbasis kebutuhan, dan dikelola dengan baik sehingga memberikan hasil yang terukur.

Beliau mencontohkan pentingnya pembelajaran mendalam dan inovasi pembelajaran yang mampu mengubah kebiasaan belajar peserta didik. Inovasi yang dikembangkan tidak hanya berdampak pada guru, tetapi harus dirasakan langsung oleh siswa. Oleh karena itu, seluruh peserta diminta untuk serius dalam diskusi, terutama dalam merancang program-program yang menyasar daerah dengan keterbatasan akses serta mampu menjawab tantangan nyata di satuan pendidikan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa BGTK Bali sebagai pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang profesional, inovatif, dan berkarakter. Nilai karakter tersebut menjadi fondasi penting dalam setiap program yang dikembangkan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BGTK Bali juga memaparkan enam fokus utama yang perlu dipahami dan diimplementasikan bersama, yaitu:

  1. Meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui pendekatan berbasis data dan kebutuhan nyata, termasuk melalui refleksi kompetensi yang dikaji secara mendalam.
  2. Mengembangkan model pembelajaran dan media pendidikan yang kontekstual dan inovatif, selaras dengan nilai-nilai budaya Bali.
  3. Mendorong kolaborasi dan pemikiran strategis dengan pemerintah daerah, komunitas profesi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
  4. Menyelenggarakan supervisi dan pendampingan secara berkelanjutan untuk membantu satuan pendidikan, guru, dan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas secara fungsional.
  5. Melakukan pemantauan dan evaluasi program secara berkelanjutan, sehingga setiap kegiatan dapat terus diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
  6. Membangun tata kelola pengembangan yang efektif dan bersih, didukung oleh sistem pendukung yang memadai guna menjamin keberlanjutan dan akuntabilitas program.

Selain itu, Kepala BGTK Bali menyoroti tantangan tata kelola yang semakin kompleks seiring dengan meningkatnya jumlah program, kolaborasi lintas pihak, serta pengaruh faktor internal dan eksternal. Menurutnya, kompleksitas tersebut harus dicermati dan dibahas secara serius melalui kelompok-kelompok kerja agar setiap permasalahan dapat diantisipasi sejak tahap perencanaan.

Diskusi yang mendalam sangat perlu dilakukan selama kegiatan berlangsung, terlebih dengan dihadirkannya narasumber dari pusat. Seluruh proses manajemen program diharapkan berbasis data, memiliki perencanaan yang jelas, serta diakhiri dengan evaluasi untuk memastikan apakah program benar-benar berdampak. Prinsip evaluasi program menjadi kunci agar setiap kegiatan tidak sekadar dilaksanakan, tetapi memberi manfaat nyata dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Kepala BGTK Bali juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai dasar aparatur, seperti kesetiaan pada amanat negara, semangat pengabdian, kejujuran dalam ucapan dan tindakan, serta kesederhanaan dalam bekerja. Ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi tidak hanya melalui teori, tetapi melalui praktik nyata dan aktivitas positif yang terus mendorong pembelajaran berkelanjutan. Beliau juga mengapresiasi kinerja seluruh jajaran BGTK Bali yang menunjukkan tren positif, baik dari sisi fasilitasi program, kinerja anggaran, maupun capaian pendidikan. Bahkan, beberapa indikator kinerja berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. Meski demikian, capaian tersebut tidak menjadi alasan untuk berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pengelolaan program ke depan harus didukung dengan sistem pengendalian dan pemantauan yang jelas, termasuk melalui pemetaan risiko, percepatan pelaksanaan kegiatan, serta penyesuaian jadwal apabila ditemukan keterlambatan. Setiap program diharapkan memiliki indikator capaian yang terukur, laporan yang akurat, serta dokumentasi yang tertib dan tepat waktu. Kepala BGTK Bali juga menegaskan bahwa penguatan tata kelola merupakan kunci agar program tidak hanya selesai dilaksanakan, tetapi juga berkelanjutan. Konsistensi, orientasi pada dampak, dan ketepatan sasaran menjadi prinsip utama dalam penyusunan program tahun 2026. Seluruh perencanaan harus berbasis kebutuhan nyata dan data yang valid, bukan sekadar rutinitas atau formalitas. Surata mengajak seluruh pegawai untuk membangun kolaborasi, saling percaya, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Setiap pegawai diharapkan memahami visi, misi, dan peran BGTK secara utuh, serta mampu menghadirkan narasi dan inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. “Pendidikan adalah proses peradaban yang harus ditulis dan dibangun bersama. Melalui perencanaan program yang matang, tata kelola yang kuat, serta pendampingan langsung hingga ke satuan pendidikan, diharapkan program-program BGTK Bali tahun 2026 benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.”, tegas beliau.

Menutup arahannya, Kepala BGTK Bali menegaskan bahwa pengalaman pelaksanaan program pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk tahun 2025, memberikan banyak pembelajaran penting. Kompleksitas program ke depan menuntut perencanaan yang lebih matang, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak, sehingga tujuan peningkatan kualitas pendidikan dapat tercapai secara optimal. (Ay)

___________________________________________________________

Tim Humas dan Publikasi

Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Bali

Direktorat Jenderal GTKPG

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: bgtkbali.kemendikdasmen.go.id

Twitter: twitter.com/bgtkbali

Instagram: instagram.com/bgtkbali

Facebook: facebook.com/bgtkbali

Youtube: youtube.com/@bgtkbali

About the Author

You may also like these

Terjemahan